Terima Kasih "MURSYID"

ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA . . .
Terima Kasih "MURSYID"
Kita tahu JASA MURSYID begitu besar.
Kita tahu PERJUANGAN MURSYID tak kenal waktu.
Rela naik turun gunung, guna menebar ILMU.
Berkat MURSYID, kita pun jadi tahu ILMU-TAQWA dan PAHAM TASAWUF.
Berkat MURSYID, kita pun jadi bisa BERAMAL.
Berkat MURSYID, kita pun bisa menjadi QODDAMUL ULUM.
Lebih lagi jadi seorang GURU AGAMA.
Lebih lagi jadi seorang GURU yang mengenalkan ISLAM.
Lebih lagi jadi seorang GURU yang menunjukkan SHIROTOL MUSTAQIM.
Waktunya lebih banyak untuk UMMAT, sampai kadang kurang untuk DIRINYA SENDIRI dan KELUARGA.
Terus apa UPAYA kita ?
UCAPAN TERIMA-KASIH yang begitu BESAR tentu pantas disematkan kepada MURSYID.
Karena apa?
Siapa yang tidak tahu TERIMA-KASIH pada yang berjasa padanya, maka tentu ia tidak pantas dikatakan berSYUKUR.
لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ
“Tidak dikatakan berSYUKUR pada ALLAH bagi siapa yang tidak tahu berTERIMA-KASIH pada manusia".
Kebaikannya tentu saja pantas untuk dibalas.
مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرْوُفٌ فَلْيُجْزِئْهُ، فَإِنْ لَمْ يُجْزِئْهُ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ؛ فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَدْ شَكَرَهُ، وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ، وَمَنْ تَحَلَّى بَمَا لَمْ يُعْطَ، فَكَأَنَّمَا لَبِسَ ثَوْبَيْ زُوْرٍ
“Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain, hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji orang tersebut, karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya. Jika dia menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkari kebaikannya. Seorang yang berhias terhadap suatu (kebaikan) yang tidak dia kerjakan atau miliki, seakan-akan ia memakai dua helai pakaian kepalsuan".
Namun KAMI RASA kebaikan MURSYID kita tak mungkin dibalas dengan jasanya semisal yang ia beri.
Lantas dengan apa?
Dengan DO'A dan terus menDOA'kannya dalam kebaikan, itulah cara bisa membalasnya.
مَن صَنَعَ إِليكُم مَعرُوفًا فَكَافِئُوه ، فَإِن لَم تَجِدُوا مَا تُكَافِئُوا بِهِ فَادعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوا أَنَّكُم قَد كَافَأتُمُوهُ
“Siapa yang memberikan kebaikan untuk kalian, maka balaslah. Jika engkau tidak mampu membalasnya, doakanlah ia sampai-sampai engkau yakin telah benar-benar membalasnya".
Jazakallah khoir MURSYID kami, Engkaulah MURSYID KAMIL MUKAMIL.
Jazakallah khoir para KHOLIFAH kami …
Jazakallah khoir para WARGA kami …
Semoga ALLAH membalasmu dengan kebaikan melimpah di sisi-NYA.
مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ ، فَقَالَ لِفَاعِلِهِ : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا , فَقَدْ أبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ
“Siapa yang diberikan kebaikan, maka katakanlah kepada pelakunya, “Jazakallah khoiron (semoga ALLAH membalas dengan kebaikan). Seperti itu sudah sangat baik dalam memuji”.
Semoga ALLAH membalas jasa baikmu dengan memberkahi umurmu, memberkahi waktumu, menjaga keluargamu, menambah terus ilmumu, memperbagus amalmu, membaguskan dunia dan akhiratmu.
Moga DO'A kami pun dapat khusus ditujukan pada MURSYID kami sebagaimana contoh ULAMA WARITSATUL ANBIYA terdahulu.
“Aku senatiasa berdo’a pada ALLAH untuk SYAIKH MUKHTARULLOH ALMUJ'TABA, aku khususkan do’a untuknya.”
“Aku selalu berdo’a pada ALLAH didalam SHOLAT”.
Oleh ‪#‎MURIDmu‬ yang masih sangat kurang dalam membalas JASAmu,
ALHAMDULILLAH WA SYUKURILLAH.
Share on Google Plus

About Kang Komar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment