kulo kedah gelut terus ..............

Adapun musuh manusia didunia itu ada tiga, yaitu :
1. Musuh hawanya sendiri.
2. Musuh syaithon.
3. Musuh tipu daya kehidupan dunia.
Jadi kita itu jangan sampai kliru cari musuh.
Musuh manusia yang pertama, hawanya sendiri.
Dalam hadis Nabi diterangkan :
QOOLA ROSUULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA :
AFDLOLUL JIHAADI MAN JAAHADA NAFSAHU.
Bersabda Rosulullohi s.a.w:
Seutama-utamanya jihad (perang) adalah perang dengan nafsunya sendiri.
           
Ini adalah musuh didalam hatinya sendiri dan musuh ini sangatlah sakti, sakti mondro guno, kendit limang kematang dewo, nggak tedas tapak paluneng pande, sisane gurendo, landepe kikir. Bila kita sholat, diapun ikut sholat, bila kita wiridan, diapun ikut wiridan tapi didalam sholat dan wiridan itu dia mengajak kita ngelencer (keluar) dan ramai terus.
           
Bila kita diberi sakit yang hanya beberapa hari saja, si hawa langsung mengajak kita mengeluh. Yang diperlihatkan cuma sakitnya saja, sedangkan sehatnya yang tahunan dilupakan. Jadi si hawa membujuk kita untuk melupakan nikmat sehat dari Tuhan dan hanya mengingat-ingat sakitnya walau hanya sakit sebentar, supaya mengeluh saja.
Musuh manusia yang kedua, syaithon.
Dalam Alqur-an diterangkan :
INNASY SYAITHOONA LAKUM ‘ADUWWUN
Sesungguhnya syaithon itu adalah musuh bagimu.
           
Perintah memusuhi syetan itu bukan sunah dan juga bukan wajib kifayah melainkan wajib ain atau fardlu ain. Dari kalimat fardlu munculah kalimat “perlu”.
           
Meskipun memusihi syetan itu wajib, tapi apakah kita pernah memusuhi syetan?
Dan bukankah kalau akan memusuhi syetan itu harus tahu syetan. Masak mau memusuhi syetan tapi tidak tahu syetan, bagaimana bisa memusuhi syetan, bila tidak tahu syetan. Makanya dikerjain terus oleh syetan, karena tidak tahu syetan. Tidak bisa membedakan mana yang syetan dan mana yang bukan syetan.
           
Syetan itu ada 2 bentuk, yaitu bentuk manusia (bentuk yang kasar) dan bentuk jin (bentuk yang halus).
MINAL JINNATI WANNAS
Dari golongan jin dan manusia.
           
Terhadap syetan yang berbentuk manusia, ini sangat sulit diketahui, kadang yang kita ajak ngobrol dari sore sampai pagi yang kita sangka teman kita, ternyata syetan. Karena syetan yang bentuk manusia itu, pakainnya pakaian manusia, makanannya makanan manusia. Jadi ya ada yang kopyahan, gundulan, ada yang rambutnya panjang, ada yang jubahan, juga ada yang pintar ngaji, pintar dalil, pintar sholawatan dst. Makanya sulit sekali untuk membedakannya.
           
Terhadap syetan yang bentuk jin, ini agak mudah mengalahkannya, tapi terhadap syetan yang bentuk manusia, ini susah, sebab meskipun dibacakan doa macam-macam, dia juga bisa, mau dibacakan qulhu, dia biasa baca qulhu.
           
Ada juga pendapat yang lucu, yaitu yang mengatakan bahwa untuk mengalahkan jin atau menakut-nakuti jin itu dengan telanjang, sebab jin itu takut bila dikencingi. Kok ada jin takut dikencingi…..?. Makanya dikitab-kitab feqih juga diterangkan : jangan kencing atau berak di lobangnya kepiting. Kalau sampai kencing atau berak di lobangnya kepiting dan kebetulan disitu ada jinnya, maka bisa ditarik dari bawah nanti. Meskipun tidak ada jinnya, bila kencing dilobangnya kepiting, bisa-bisa disupit oleh kepitingnya.
           
Adanya syetan itu manfaatnya besar sekali, yakni untuk menjadi musuh. Ada syetan saja banyak yang enak-enakan, apalagi gak ada syetan, pasti akan lebih malas lagi.
Musuh bagi manusia yang ketiga, tipu daya dunia.
Dalam Alqur-an, surat Luqman ayat 33 diterangkan :
FALAA TAGHURRONNAKUMUL HAYAATUD DUN-YA.
Maka janganlah kamu sampai terkena tipu daya dunia.
Nabi Muhammad dawuh :
QOOLA ROSUULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA :
ALLAILU WAN NAHAARU MATHIYYATAA NI, FARKABUUHUMAA BALAGHON ILAL AKHIROH.
Bersabda Rosulullohi s.a.w : Siang dan malam itu kedua-duanya adalah kendaraan, maka naikilah 2 kendaraan tersebut sampai kamu ke akherat.
           
Jadi kita itu diperintah untuk menaiki siang dan malam, artinya kita itu diperintah untuk menaiki dunia, jangan sampai dunia yang menaiki kita. Jika diumpamakan, lebih baik mana antara manusia yang menunggangi kuda dengan manusia yang ditunggangi kuda?. Tentunya lebih tepat jika manusianya yang menunggangi kuda, bukan kudanya yang menunggangi manusia. Karena dunia itu memang dipersiapkan sebagai kendaraan bagi manusia.
           
Kadang ada yang mengatakan : Orang tasawuf itu tidak suka dunia. Yang bilang seperti ini adalah salah, karena dirinya itu juga bagian dari dunia. Yang benar itu orang tasawuf tidak dinaiki dunia, melainkan menaiki dunia. Biar punya 100 pabrik, tapi dirinya tidak dinaiki pabriknya. Jadi seandainya kita itu menjadi orang kaya, boleh-boleh saja, tidak dilarang, yang dilarang itu jika sampai dirinya ditunggangi kekayaannya.
           
Bagi kita yang hidup didunia ini, yang benar tidaklah usah mencari dunia, karena dunia ini sudah kita tempati. Masak terhadap sesuatu yang sudah ditempati masih dicari. Bila masih mencari terhadap apa yang ditempati berarti bingung. Ibaratnya sudah berada didalam rumah, tapi masih mencari rumahnya.
Jadi bila di dunia tapi tidak mau dunia itu salah dan bila di dunia tapi mencari dunia juga salah (karena sudah ditempati kok dicari).
           
Terhadap dunia ini tugas kita hanya mengaturnya, menatanya, yang disana dipindah kesini dan yang disini dipindah kesana, jadi muser saja atau disebut dengan istilah towaf.
           
Demikian itu ketentuannya Alloh, seperti halnya dalam kitab “Al hikam” juga diterangkan demikian :
“Dunia itu ditundukkan untuk kamu dan kamu mengabdilah kepada Alloh”.
           
Oleh sebab itu bila ada manusia yang ditunggangi oleh dunia atau mengabdi pada dunia itu salah. Yang benar, dunianya harus mengabdi pada manusia. Memang sifatnya dunia itu menggoda supaya dikejar, tapi kalau dikejar lari. Dan bila yang mengejar berhenti, dunia akan melambai-lambaikan tangan, memanggil-manggil, namun bila dikejar lagi, duniapun akan lari lagi. Sehingga banyak manusia yang jatuh bangun dibuatnya.
Share on Google Plus

About Kang Komar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment