ngumbah jilatan anjing ma'nawi

TIDAKLAH MENGETAHUI HAKEKAT AJARAN ISLAM BILA TIDAK DIPELAJARI MELALUI ILMU TASHAWWUF 
QOOLA ROSULULLOH SAW : LAA TADKHULUL MALAA-IKATU BAITAN FIIHI KALBUN
“Tidak mau masuk malaikat di salah satu rumah yang didalamnya rumah itu ada anjingnya”. 
Jadi yang dimaksud rumah dalam Hadits ialah hati kita, dan yang dimaksud anjing ialah sifat-sifat hati yang tercela. Dan yang dimaksud malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah ialah sinar malaikat itu tidak bisa ditangkap oleh hati yang hati itu banyak sifat-sifat anjing itu tadi. Begitulah maksud dari Hadits: “Laa Tadkhulul Malaa-ikatu Baitan Fiihi Kalbun”.
Tapi dari salahnya ahli dhohir memahami Hadits diatas, maka Masya Alloh sangat bencinya mereka terhadap anjing-anjing dhohir, sampai ada anjing yang tidak salah apa-apa lalu diracun, ada juga yang dengan cara onde-onde dimasuki jarum, lalu onde-onde diberikan anjing, katanya biar anjing mati semua. Ini namanya orang Islam tapi masuknya ke dalam Islam tidak lewat pintunya, tapi menjebol tembok. Ya begitu itulah kalau tidak belajar ilmu tashawwuf, merasa suci. Anjing-anjing luar diburunya, dibunuh tapi  tapi tidak tahunya  anjing dalam dirinya dibiarkan saja.
Alloh Ta’ala itu melihat bathin kita, Kanjeng Nabi dawuh :
INNALLOHA LAA YANDHURU ILA SHUWARIKUM WA AJSAAMIKUM WALAKIN YANDHURU ILA QULUUBIKUM WA A’MAALIKUM (Alhadits).
Artinya : Bersabda Rosullloh SAW : Alloh tidak melihat bentuk lahirmu dan jasmanimu tapi melihat hatimu dan amalmu.
Jadi hanya hati dan amallah yang dinilai oleh Alloh Ta’ala, diluar itu sudah tidak masuk penilaian. Oleh sebab itu semestinya kita harus memperhatikan, memusatkan perhatian kita terhadap dua soal itu yakni kepada hati dan amal kita. Karena itulah yang masuk penilaian Alloh. Tapi kebanyakan hati dibiarkan saja tapi banyak hal-hal yang tidak dinilai oleh Alloh malah itulah yang diperhatikan dengan sungguh-sungguh, ya sia-sialah yang demikian itu.
Tidaklah akan lengkap mempelajari Islam, tidaklah akan mengetahui hakekat ajaran Islam, bila tidak dipelajari melalui ilmu tashawwuf.

CARA MENCUCI JILATAN ANJING DHOHIR
Kanjeng Nabi pernah dawuh :
QOOLA ROSULULLOH SAW. : THUHUURI INAA-I AHADIKUM IDZAA WALAGHO FIIHILKALBU ANYAGHSILAHU SAB’A MARROOTIN AULAAHUNNA BITTUROOB  (Alhadits).
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW. : Cucilah salah satu wadahmu, kalau wadahmu itu dijilat anjing, cucilah 7 kali, salah satu dari tujuh cucian itu campurlah debu (tanah).
Jadi kalau seumpamanya kita mempunyai ember atau piring yang dijilat anjing, maka menurut Hadits cara membersihkannya haruslah ember atau piring tersebut dicuci 7 kali dan salah satu dari 7 kali tersebut, apa yang pertama atau pertengahan atau yang terakhir harus dicampur dengan tanah. Meskipun kita cuci 10 kali atau 12 kali kalau tidak dicampur dengan tanah, maka tetap tidak sah.
Meskipun mencucinya diganti dengan sabun atau dengan karbol atau kreolin supaya bakteri-bakterinya jilatan anjing itu bersih, apakah boleh ?
Jawabannya tidak boleh, ya tetap harus dicuci dengan air 7 kali dan salah satunya harus dicampur dengan tanah. Apabila hal itu sudah dilakukan, lalu kalau kita masih takut, maka bolehlah kita memakai karbol atau kreolin asal saja perintah mencuci 7 kali salah satunya dicampur dengan tanah sudah kita kerjakan, maka sah-sah saja. Hal yang demikian itu memang sudah diatur oleh Hadits dan hadits tersebut memang ada rahasianya.
Jadi untuk mencuci jilatannya anjing, haruslah menggunakan 2 dzat, yakni :
  1. Dzat tanah.
  2. Dzat air.
Kalau kita wudlu kita menggunakan dzat air saja tidak usah menggunakan dzat tanah, dan kalau seumpamanya air tidak ada maka boleh tayammum. Mandi jinabat dengan tayammum juga boleh tapi tidak menggunakan air tapi menggunakan debu.
Akan tetapi bila untuk menghilangkan jilatan anjing, maka harus menggunakan dzat tanah dan dzat air. Tanah dan air ini kalau dikumpulkan menjadi satu maka bahasa Arabnya “Ath-Thin”. Dan manusia itu unsur pokoknya adalah Thin.
WALAQOD KHOLAQNAL INSAANA MIN SULAALATIN MIN THIIN  (Almukminun / 12).
Artinya : Dan Kami jadikan manusia dari saripati dari thin.

CARA MENCUCI JILATAN ANJING MAKNAWI
Jadi kalau kena jilatan anjing maka mencucinya sampai 7 kali dan konstan dan harus memakai air dan tanah. Lalu kalau sampeyan dan saya dijilat oleh anjing-anjing maknawi yakni : sifat takabbur, sifat hasud, sifat dengki, dan sebagainya bagaimanakah cara mencucinya ?
Apakah mencucinya memakai air-air biasa itu ?
Apakah memakai debu digosok-gosokkan ke dada?
Kalau begitu kan seperti orang gila. Untuk membersihkan dari anjing-anjing maknawi yakni kita harus memakai sifat-sifat tanah dan kita juga harus memakai sifat-sifatnya air, jadi bukan memakai dzatnya tanah dan air.

SEBAGIAN SIFAT-SIFAT  TANAH DAN AIR
Lalu apakah sifat-sifatnya tanah ?
Sifat-sifatnya tanah diantaranya ialah :
1. Tawadlu’ yakni sifat merendahkan diri bukan seperti sifatnya api yang takabbur itu.
2. Dermawan.
Kita meletakkan satu butir padi ditanah, maka 3 bulan dikembalikan oleh tanah 700 butir padi kepada kita. Dalam Al Qur-an disebutkan :
FII KULLI SUNBULATI MI-ATU HABBAH
Jadi sifatnya tanah adalah dermawan, tidak bersifat bakhil. Dan bakhil itu memang sifatnya anjing.
3.   Kaya.
Tanah itu mempunyai sifat kaya akan tetapi ia tidak takabur. Apakah yang tidak ada di kandungannya dalam perut bumi ?
Di dalam perut bumi ada emas, perak, bensin, besi, timah dan bermacam-macam kekayaan.
Jadi tanah itu makhluk yang kaya tapi tawadlo’, tidak takabbur, tidak kementus. Dan kita harus memakai sifat tersebut.
Jadi kita jangan sok. Sok pinter, sok kaya, sok tampan, sok cantik..
4.   Tenang.
5.   Hidup dan menghidupi makhluk yang lain.  Jadi tanah itu tempat untuk penghidupan.
Kita angan-angan, manusia seluruh bumi ini jumlahnya 1 milyard lebih, dari mana air yang dimasukkan ke kerongkongannya manusia yang jumlahnya 1 milyard lebih tersebut setiap hari ?
Ya dari bumi – ibu mami, ya dari tanah.
Apa yang ditimbulkan dari tanah ?
Dari tanahlah adanya padi, jagung dan sebagainya.
Itulah sifat-sifatnya tanah dan masih banyak sifat-sifatnya tanah yang lain dan dalam Al Qur-an sifat-sifat tanah tersebut dikupas satu-persatu. Kalau kita memakai sifatnya tanah, maka jilatan anjing maknawi itu akan hilang dari diri kita.

Adapun diantara sifatnya air ialah :
1. Air mengandung sifat hidup.
Dalam Al Qur-an diterangkan :
WAJA’ALNAA MINALMAA-I KULLA SAYAI-IN HAYYIN (Al-Anbiya` / 30).
Artinya : Dan saya jadikan segala sesuatu yang hidup dari air.
Jadi air mengandung rahasia hidup dan air memang untuk hidup.
2. Air mempunyai sifat suci dan mampu untuk mensucikan barang lain.
Jadi ada suci tapi tidak bisa mensucikan dan ada yang suci tapi bisa mensucikan. Kuahnya sayur, apakah sayur asam atau sayur lodeh itu suci tapi tidak bisa mensucikan. Seumpamanya ada sarung kena telek (kotoran ayam) dicuci dengan kuah sayur tersebut maka ya tidak bisa mensucikannya. Akan tetapi kalau air itu suci dan bisa mensucikan barang lain.
Dan air yang yang bisa mensucikan barang lain itu disebut air mutlak. Dan barang lain  seumpamanya sarung yang kena najis itu namanya mutanajjis  dan teleknya disebut najis. Dan yang dicuci itu mutanajjisnya bukan teleknya, kalau telek diapa-apakan ya tetap telek, memang dzatnya itu dzat telek.
Air itu untuk menghilangkan dahaga, air itu hidup dan untuk menghidupkan. Tanah yang mati maka disiram air, maka tanah yang mati menjadi hidup. Dan hidupnya tanah, maka menghidupkan benih-benih yang ada di dalam tanah. Hidupnya benih-benih yang ada di dalam tanah lalu muncul dipermukaan bumi bermacam-macam tumbuh-tumbuhan yang :
  • Bermacam-macam namanya.
  • Bermacam-macam bentuknya.
  • Bermacam-macam kasiatnya.
  • Bermacam-macam cara hidupnya.
  • Bermacam-macam buahnya ; ada yang manis, ada yang kecut, ada yang untuk makanan, ada yang untuk minuman, ada yang untuk pakaian, ada yang untuk perumahan.
Kesemuanya itu dari kemurahannya tanah, yang tanah itu tidak minta dipuja-puja, tidak minta dipuji oleh manusia.
Jadi tanah itu kaya, dermawan, tumakninah, tawadlo’. Dan dua dzat yakni dzat tanah dan dzat air itulah yang mampu mencuci jilatan anjing dhohir, dan sifatnya dua dzat itulah untuk mencuci jilatannya anjing maknawi. Kalau anjing maknawi dibiarkan saja, digemukkan saja maka ini membahayakan.
Sampeyan angan-angan, kalau tanah dan air itu digabungkan menjadi satu maka bahasa Arabnya “Ath-Thin” : tanah air. Dan dalam HAdits disebutkan :
QOOLA ROSULULLOH SAW. : HUBBUL WATHONI (THIN) MINAL IMAN (Alhadits).
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW. :Cinta tanah itu sebagian dari iamn.
Iman adalah pokok pangkal agama, maka kalau begitu cinta tanah airpun adalah perintah agama. Orang kalau tidak cinta tanah air, maka berarti tidak cinta kepada dirinya sendiri, karena dirinya asalnya dari tanah dan air.
Kembali kemasalah tanah air. Jadi kita tidak cukup ngomong cinta tanah air saja tapi sifat tanah dan sifat air itulah yang harus kita pakai, sebab dengan jalan tersebut maka ruhani kita bersih dari anjing maknawi yang ada pada diri kita, sehingga tidak serakah lagi.

MENGIKUTI HAWA
Dalam Al Qur-an surat Al-a’rof diterangkan :
WATTABA’A HAWAAHU FAMATSALUHU KAMATSALIL KALBI INTAHMIL ‘ALAIHI YALHATS AU TAKRU YALHATS (Al-A’rof / 176).
Artinya : Orang yang mengikuti hawanya itu seperti anjing. Jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan juka kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya.
        Jadi anjing itu sifatnya kalau dipangkuan dia melet, kalau ditinggal juga melet, kenyang melet, lapar juga melet. Harta benda satu propinsi ini seumpamnya diberikan semuanya, maka hawanya tetap melet kurang saja terus. 100 hektar dicaplok ia tetap melet, 1000 hektar diberikan ia tetap melet, punya pabrik juga masih melet saja, memang hawa ya begitu itu. Lalu kapan selesainya?
HATTAA ZURTUMUL MAQOOBIR
Artinya : Sampai dia masuk ke lubang kubur.
Kalau masuk ke kubur, maka dipukuli oleh malaikat munkar dan nakir baru selesai. Dan di akhirat dikelupas di neraka jahannam, disitu menjadi pesakitan, ya kalau masih di dunia kejahatannya meraja lela dengan ngomong di podium : cinta tanah air, patriotisme, pancasila sejati. Tapi kalau sudah kena uang, maka jatuh sudah. Hal yang demikian inilah yang mengkhawatirkan.. Semoga Manfaat
Share on Google Plus

About Kang Komar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment