MALAIKAT TIDAK MAU MASUK KEDALAM RUMAH YANG ADA ANJINGNYA
Disini perlu disampaikan dawuhnya Rosululloh SAW:
Dan catatan-catatan itu nanti menjadi proses verbal tiap-tiap manusia dipersidangan Mahsyar. Lalu catatan-catatan itu nanti dicampur aduk dan ditetliti, dihitung pada yaumul Hisab. Manakah perbandingannya yang banyak antara amal kebaikannya dengan amal keburukanya , inilah yang namanya dihisab.
Maka kalau seumpamanya orang itu mempunyai anjing, padahal kalau ada anjingnya maka malaikat tidak mau masuk ke rumah, maka kalau begitu orang yang mempunyai anjing tersebut luput dari malaikat, amal-amalnya tidak dicacat oleh malaikat, ya kalau begitu enaklah orang yang mempunyai anjing sebab malaikat takut masuk rumahnya.
Hadits diatas janganlah diterima leterlek (secara langsung) saja. Imam Ghozali tokoh tashawwuf internasional mengatakan di dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin jilid I bab 5 halaman 55 mengulas Hadits diatas demikian :
Jadi yang dimaksud anjing dalam Hadits bukanlah anjing-anjing biasa. Orang yang tidak faham, berdasarkan Hadits tersebut maka anjing-anjing dilemparinya dengan batu, tapi ternyata sebenarnya yang dimaksud anjing dalam Hadits tersebut adalah anjing yang ada di dalam hatinya sendiri.
SINAR MALAIKAT DANSINAR IBLIS
Kanjeng Nabi pernah bersabda :
Malaikat dari cahaya dan cahaya itu mempunyai sinar, dan semua manusia disinari oleh malaikat tapi kalau hati manusia itu hati yang kotor, hati yang di dalamnya banyak sifat-sifat anjing, seperti : sifat kibrun, sifat thoma’, sifat riya, sifat ujub, sifat hasud yakni sifat mengharap-harap hilangnya nikmat dari orang lain, maka hati tidak mungkin bisa menangkap sinar malaikat yang suci.
Sinarnya malaikat suci, lalu yang disinari kotor, oleh sebab beda jenisnya maka tidak bisa masuk sinar malaikat ke dalam hati yang kotor.
Adapun hati yang kotor itu yang bisa ditangkapnya ialah sinar syetan, sebab syetan itu sebangsanya jin. Dalam Al Qur-an surat Alkahfi ayat nomer 50 diterangkan :
Dan sinarnya syetan yang kotor itu menyorot kepada manusia, kalau di dalam hati manusia ada sifat-sifat anjing, maka api yang kotor ini otomatis persenyawaaan, kawin dengan sifat-sifat hati yang kotor tadi. Dan perkawinan antara sinar syetan yang ditangkap oleh anjing-anjing maknawi itu akhirnya menimbulkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik, timbullah perbuatan jahat, itulah hasil dari persenyawaan dari sinar syetan dengan sifat-sifat anjing maknawi.
Disini perlu disampaikan dawuhnya Rosululloh SAW:
QOOLA ROSULULLOH SAW : LAA TADKHULUL MALAA-IKATU BAITAN FIIHI KALBUN.
Hadits ini keterangan dari shohabat Abi Tholhah yang diriwayatkan oleh ahli-ahli Hadits yakni :- Imam Ahmad bin Hanbal.
- Imam Bukhori.
- Imam Muslim.
- Imam Turmudzi.
- Imam Nasai.
“Tidak mau masuk malaikat di salah satu rumah yang didalamnya rumah itu ada anjingnya”.
Kalau tulisannya : (KALBUN) artinya anjing tapi kalau tulisannya
(QOLBUN) artinya hati. Jadi Hadits diatas memberitahukan jeleknya
makhluq yang namanya anjing. Jadi kalau di dalam rumah ada anjingnya,
maka malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah tersebut. Padahal menurut
Al Qur-an ada ayat yang bunyinya :
MAA YALFIDHU MIN QOULI ILLAA LADAIHI ROQIIBUN ‘ATIIDUN (Qof / 18)
Artinya : Tidak keluar salah satu ucapan kecuali ucapan yang keluar ditulis oleh malaikat Roqib dan ‘Atid.
Jadi tiap-tiap manusia itu ada dua malaikatnya. Malaikat yang sebelah
kanannya manusia namanya malaikat Roqib yakni malaikat yang mencatat
amal-amal yang baik dan yang sebelah kirinya manusia malaikat Atid yakni
malaikat yang mencatat amal-amal yang jelek. Jadi kalau manusia itu
berbuat baik, maka amal kebaikannya itu dicatat oleh malaikat Roqib. Dan
kalau manusia berbuat jelek maka amal kejelekannya dicatat oleh
malaikat Atid.Dan catatan-catatan itu nanti menjadi proses verbal tiap-tiap manusia dipersidangan Mahsyar. Lalu catatan-catatan itu nanti dicampur aduk dan ditetliti, dihitung pada yaumul Hisab. Manakah perbandingannya yang banyak antara amal kebaikannya dengan amal keburukanya , inilah yang namanya dihisab.
Maka kalau seumpamanya orang itu mempunyai anjing, padahal kalau ada anjingnya maka malaikat tidak mau masuk ke rumah, maka kalau begitu orang yang mempunyai anjing tersebut luput dari malaikat, amal-amalnya tidak dicacat oleh malaikat, ya kalau begitu enaklah orang yang mempunyai anjing sebab malaikat takut masuk rumahnya.
Hadits diatas janganlah diterima leterlek (secara langsung) saja. Imam Ghozali tokoh tashawwuf internasional mengatakan di dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin jilid I bab 5 halaman 55 mengulas Hadits diatas demikian :
QOOLAL GHOZALI RODLIYALLOOHU ANHU QOOLA
ROSULULLOH SAW : LAA TADKHULUL MALAA-IKATU BAITAN FIIHI KALBUN. WALQOLBU
BAITUN HUWA MANZILULMALAA-IKATI WAMAHBITHU ATSAROHUM WAMAHALLU
ISTIQROOROHUM WASHSHIFATURRODII-ATU MITSLULGHODLOBI WASYSYAHWATI
WALHAQDI WALHASADI WALKIBRI WAL’UJBI WA AKHOWAATIHAA KILAABUNNAABIHAH.
Artinya : Imam Ghozali RA. dawuh : QOOLA
ROSULULLOH SAW : LAA TADKHULUL MALAA-IKATU BAITAN FIIHI KALBUN. Imam
Ghozali menerangkan : Hati manusia itu adalah rumah. Ia tempat turunnya
malaikat dan tempat turunnya malaikat dan tempat atsarnya sinar malaikat
dan tempat tetapnya atsarnya malaikat. Adapun sifat-sifat hati yang
tercela (sifat-sifat hati yang rendah) umpamanya : sifat yang mudah
marah dan syahwat dan unek-unek (angan-angan) yang tidak baik dan sifat
dengki dan sifat takabbur dan sifat ujub (membangga-banggakan diri) dan
saudara-saudaranya sifat yang tercela semuanya adalah anjing.
Jadi menurut Imam Ghozali yang dimaksud rumah dalam Hadits tersebut
adalah bukan rumah-rumah biasa tapi yang dimaksud rumah adalah hati
kita dan yang dimaksud anjing adalah sifat-sifat hati yang tercela,
seperti :- Sifat sombong.
- Sifat takabbur.
- Sifat hasud / dengki.
- Sifat riya yakni sifat ingin dipuji-puji orang lain.
- Sifat ujub yakni sifat membangga-banggakan diri sendiri, membangga-banggakan keturunan, membangga-banggakan amalnya dan sebagainya.
Jadi yang dimaksud anjing dalam Hadits bukanlah anjing-anjing biasa. Orang yang tidak faham, berdasarkan Hadits tersebut maka anjing-anjing dilemparinya dengan batu, tapi ternyata sebenarnya yang dimaksud anjing dalam Hadits tersebut adalah anjing yang ada di dalam hatinya sendiri.
SINAR MALAIKAT DANSINAR IBLIS
Kanjeng Nabi pernah bersabda :
QOOLA ROSULULLOH SAW : KHULIQOTILMALAA-IKATU MIN NUURIN (Alhadits).
Artinya : Bersabda Rosululloh SAW : Dijadikan malaikat itu dari cahaya.
Jadi malaikat itu wujud nur, wujud malaikat itu cahaya tapi cahaya
yang suci, karena pekerjaannya malaikat hanya membaca tasbih : “Subhanalloh”. Malaikat itu tidak pernah mengantuk dan juga tidak pernah tidur, siang dan malam terus menerus membaca tasbih.Malaikat dari cahaya dan cahaya itu mempunyai sinar, dan semua manusia disinari oleh malaikat tapi kalau hati manusia itu hati yang kotor, hati yang di dalamnya banyak sifat-sifat anjing, seperti : sifat kibrun, sifat thoma’, sifat riya, sifat ujub, sifat hasud yakni sifat mengharap-harap hilangnya nikmat dari orang lain, maka hati tidak mungkin bisa menangkap sinar malaikat yang suci.
Sinarnya malaikat suci, lalu yang disinari kotor, oleh sebab beda jenisnya maka tidak bisa masuk sinar malaikat ke dalam hati yang kotor.
Adapun hati yang kotor itu yang bisa ditangkapnya ialah sinar syetan, sebab syetan itu sebangsanya jin. Dalam Al Qur-an surat Alkahfi ayat nomer 50 diterangkan :
IBLIISA KAANA MINALJINNI.
Artinya : Iblis itu adalah dari golongan jin.
WAKHOLAQOLJAANNA MIN MAARIJIN MINNAAR (Ar-Rohman / 15).
Artinya : Dan telah menjadikan jin dari api yang bercampur racun.
Jadi Syetan atau Iblis itu diciptakan dari “Nar” : api bukan dari
“Nur” : cahaya. Dan Iblis itu memang sifatnya kibrun, sifatnya takabbur,
maka api yang kotor sifatnya juga mempunyai sinar yang kotor.Dan sinarnya syetan yang kotor itu menyorot kepada manusia, kalau di dalam hati manusia ada sifat-sifat anjing, maka api yang kotor ini otomatis persenyawaaan, kawin dengan sifat-sifat hati yang kotor tadi. Dan perkawinan antara sinar syetan yang ditangkap oleh anjing-anjing maknawi itu akhirnya menimbulkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik, timbullah perbuatan jahat, itulah hasil dari persenyawaan dari sinar syetan dengan sifat-sifat anjing maknawi.
0 comments:
Post a Comment