manusia

MANUSIA MEMPUNYAI NALURI BERTUHAN

Setiap manusia di dalam bhatin kesadarannya mendengar pertanyaan ALLOH, sebagaimana yang difirmankan dalam Mushaf:
“Alastu bi Rabbikum ? "Apakah AKU ini bukan Tuhanmu?
"Qaalu balaa : Syahidna” Bersama sama Jiwa menjawab: “Ya, kami Bersaksi”.

Kesan dari ayat Al-Quran tadi dapat memberi pengertian bahwa manusia sejak ia masih didalam Alam Arwah 'TELAH' menyaksikan ROBBnya. Kesaksian itu menjadi kabur kerana dikaburkan oleh kotoran-kotoran dalam Qalbu.
Rasa berTuhan mulai terhijab atau terdindingi. Dinding itu adalah dari hawa nafsu manusia itu sendiri. Qalbu itu perlulah dibersihkan dan disucikan sehingga ia dapat menerima pancaran NURULLOH.

Rasulullah SAW bersabda: “Bahwasannya bagi tiap-tiap sesuatu itu ada alat untuk mensucikan, dan untuk mensucikan Qalbu itu ialah Dzikrullah dengan
“LAA ILAAHA ILLALLAH”
“Bahwa ALLOH SWT berkata: LAA ILAAHA ILLALLAH adalah bentengKU. Maka siapa yang masuk bentengKU, niscaya terjamin ia daripada azabKU”.

“ILLAHI ROBB Engkaulah tujuanku, keRidhlo'anMUlah yang kutuju, hamba mengharap kasih sayangMU, serta mengharap cintaMU dan MakrifatMU”.
Share on Google Plus

About Kang Komar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment